Pengaruh Ketinggian Tempat Tumbuh Terhadap Kadar Kalium pada Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius (Mill.) I.M.Johnst.)

Main Article Content

Dedi Nofiandi
Sandra Tri Juli Fendri
Ringga Novelni
Silvi

Abstract

Pepaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius (Mill.) I.M.Johnst.) merupakan tanaman semak yang kaya akan kandungan mineral kalium serta berperan sebagai bahan pangan dan obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh perbedaan ketinggian tempat tumbuh terhadap kadar kalium pada daun pepaya jepang. Sampel daun diambil dari tiga lokasi dengan ketinggian berbeda: Ketaping (±5 mdpl), Tanjung Pati (±500 mdpl), dan Matur (±1.100 mdpl). Sampel didestruksi menggunakan metode destruksi kering pada suhu 600°C. Analisis kualitatif kalium dilakukan melalui uji nyala dan uji pengendapan asam tartrat. Penetapan kadar kalium diukur mengunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 766,5 nm. Hasil uji kualitatif menunjukkan seluruh sampel positif mengandung kalium. Kadar rata-rata kalium yang diperoleh dari dataran rendah, sedang, dan tinggi berturut-turut sebesar 4.521,6099 mg/kg ± 24,8572; 3.060,2789 mg/kg ± 20,3562; dan 2.308,1410 mg/kg ± 22,8777. Uji statistik One-Way ANOVA menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (P < 0,05), yang membuktikan adanya pengaruh signifikan ketinggian tempat tumbuh terhadap kadar kalium daun pepaya jepang.

Article Details

Section
Articles

References

(1) Al-Viana, I. (2023). Pengaruh ketinggian tempat tumbuh terhadap profil kandungan kimia bagian daun dari tanaman salam (Syzygium polyanthum) asal Sulawesi Selatan [Skripsi, Universitas Hasanuddin].

(2) Artaningrum, R. G., Budiartha, I. K., & Wirakusuma, M. G. (2017). Pengaruh profitabilitas, solvabilitas, likuiditas, ukuran perusahaan, dan pergantian manajemen pada audit report lag perusahaan perbankan. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 6(3), 1079–1108.

(3) Asra, R., Rivai, H., & Riani, V. L. S. (2016). Pengembangan dan validasi metode analisis tablet furosemid dengan metode absorbansi dan luas daerah di bawah kurva secara spektrofotometri ultraviolet. Jurnal Farmasi Higea, 8(2), 110–121.

(4) Asria, M., & Safitri, A. (2018). Analisis kadar unsur hara makro dan mikro pada daun kelapa sawit di daerah perkebunan kelapa sawit Riau. Majalah Ilmiah Teknologi Industri (SAINTI), 15(2), 108–111.

(5) Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1979). Farmakope Indonesia (Edisi III). Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

(6) Garcia, K., Servin, J. C., & Maldonado, S. G. (2017). Phenolic profile and antioxidant capacity of Cnidoscolus chayamansa and Cnidoscolus aconitifolius: A review. Journal of Medicinal Plants Research, 11(45), 713–727.

(7) Ifeanacho Mercy, O., Ikewuchi Catherine, C., & Ikewuchi Jude, C. (2019). Nutrient and bioactive phytochemical compositions of Cnidoscolus aconitifolius. Malaysian Journal of Biochemistry and Molecular Biology, 22(2), 26–36.

(8) Iksen, I., Haro, G., & Masfria, M. (2019). Penetapan kadar kalium, kalsium, dan natrium pada daun kucai (Allium schoenoprasum L.) segar dan direbus secara spektrofotometri serapan atom. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 2(2), 24–28.

(9) Listia, E., Pradiko, I., Syarovy, M., Hidayat, F., Ginting, E. N., & Farrasati, R. (2020). Pengaruh ketinggian tempat terhadap performa fisiologis tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Jurnal Tanah dan Iklim, 43(1), 33–42.

(10) Luh, N., Fitriani, C., & Walanda, D. K. (2012). Penentuan kadar kalium (K) dan kalsium (Ca) dalam labu siam (Sechium edule) serta pengaruh tempat tumbuhnya. Jurnal Akademika Kimia, 1(4), 174–180.

(11) Masfria, M., Maulidar, N. P., & Haro, G. (2018). Penetapan kadar kalium, kalsium, natrium, dan magnesium dalam bunga nangka (Artocarpus heterophyllus Lam.) jantan secara spektrofotometri serapan atom. Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi, 15(2), 81–89.

(12) Nasir, M., Rahmah, W., Khaldun, I., Hasan, M., & Rusman, R. (2021). Analisis kadar merkuri dalam rambut penambang emas Desa Alue Baro Kecamatan Meukek secara spektrofotometri serapan atom. Jurnal IPA & Pembelajaran IPA, 5(4), 269–278.

(13) Novita Sari, D., Satriadi, T., & Jauhari, A. (2019). Potensi keberadaan fitokimia kamalaka (Phyllanthus emblica) berdasarkan perbedaan ketinggian tempat tumbuh. Jurnal Sylva Scienteae, 2(4), 645–654.

(14) Nuryanto, B., Priyatmojo, A., & Hadisutrisno, B. (2015). Pengaruh tinggi tempat dan tipe tanaman padi terhadap keparahan penyakit hawar pelepah. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 33(1), 1–8.

(15) Paweka, Y. M. (2017). Analisis natrium dalam air laut di sekitar pesisir Pantai Papua dengan metode spektroskopi serapan atom. Indonesian Journal of Applied Sciences, 7(2), 19–24.

(16) Pratama, D. S., Hidayat, D., Wijianto, E., & Harnita, Y. (2016). Validasi metode analisis Pb menggunakan flame spektrofotometer serapan atom (SSA) untuk studi biogeokimia dan toksisitas logam timbal pada tanaman tomat. Analytical and Environmental Chemistry, 1(1), 26–35.

(17) Puspita Sari, N., Iman Santoso, T., & Mawardi, S. (2013). Distribution of soil fertility of smallholding Arabica coffee farms at Ijen-Raung Highland areas based on altitude and shade trees. Pelita Perkebunan, 29(2), 93–107.

(18) Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

(19) Sukarman, S., Dariah, A., & Suratman, S. (2020). Tanah vulkanik di lahan kering berlereng dan potensinya untuk pertanian di Indonesia. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 39(1), 21–32.

(20) Yaswir, R., & Ferawati, I. (2012). Fisiologi dan gangguan keseimbangan natrium, kalium, dan klorida serta pemeriksaan laboratorium. Jurnal Kesehatan Andalas, 1(2), 80–85.