Identifikasi Bakteri Penghasil Extended Spectrum β-Lactamase (ESBL) dengan Metode DDST pada Pus Pasien Ulkus Diabetikum yang Dirawat di Bangsal Interne RSUP Dr. M. Djamil Padang
Main Article Content
Abstract
Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi diabetes mellitus (DM) dengan bentuk infeksi superfisial pada kulit yang disebabkan oleh bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies bakteri penghasil Extended Spectrum β Lactamase (ESBL) didalam pus pasien ulkus diabetikum di bangsal interne RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan menggunakan metode uji skrining ESBL, uji konfirmasi ESBL, Polymerase Chain Reaction (PCR) dan dilanjutkan dengan sekuensing. Untuk uji skrining ESBL digunakan disk antibiotik Amoxicillin + Asam klavulanat, Ceftazidime, Ceftriaxone dan Cefotaxime. Selanjutnya untuk uji konfirmasi digunakan metode Double Disk Synergy Test dengan disk antibiotik Amoxicillin dan Amoxicillin + Asam klavulanat. Jika hasil yang didapat adalah positif ESBL maka sampel di PCR dan dilanjutkan dengan sekuensing. Jumlah sampel pus yang didapat dari 2 orang pasien adalah sebanyak 2 swab, dengan kode swab 1 dan kode swab 2. Pada swab 1 terdapat 3 koloni bakteri yang dikode dengan W1, W2 dan W3. Sedangkan pada swab 2 tidak terdapat koloni bakteri karena bakteri tidak dapat dimurnikan. Dari penelitian ini yang dinyatakan positif ESBL adalah pada swab 1 dengan kode W2, hasil sekuensing menunjukkan bahwa bakteri tersebut memiliki kemiripan 97% dengan spesies Proteus mirabilis.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
(1) Agistia, N., Mukhtar, H., & Nasif, H. (2017). Efektifitas antibiotik pada pasien ulkus kaki diabetik. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 4(1), 43. https://doi.org/10.29208/jsfk.2017.4.1.144
(2) Aulia Fahmi, M. (2014). Profil pasien ulkus diabetik di Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng (Skripsi). Universitas Esa Unggul.
(3) Aztal, Z., Sharif, F. A., & Abdallah, S. A. (2004). Extended spectrum beta lactamases in Escherichia coli isolated from community-acquired urinary tract infection in the Gaza Strip. Palestina.
(4) Benson, D. A., Karsch-Mizrachi, I., Lipman, D. J., Ostell, J., & Wheeler, D. L. (2008). GenBank. Nucleic Acids Research, 36(Suppl. 1). https://doi.org/10.1093/nar/gkm929
(5) Bush, K., & Jacoby, G. A. (2010). Updated functional classification of beta lactamases. Antimicrobial Agents and Chemotherapy, 54(3), 969–976. https://doi.org/10.1128/AAC.01009-09
(6) Darmo Handoyo, A. R. (2001). Prinsip umum dan pelaksanaan Polymerase Chain Reaction (PCR). Surabaya: Pusat Studi Bioteknologi, Universitas Surabaya.
(7) Decroli, E. (2008). Profil ulkus diabetik pada penderita rawat inap Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Padang: Majalah Kedokteran Indonesia.
(8) Dorado, G., Besnard, G., Unver, T., & Hernández, P. (2018). Polymerase chain reaction (PCR). Encyclopedia of Biomedical Engineering, 1–3(6), 473–492. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-801238-3.08997-2
(9) Goodman, A. (2012). Dasar Farmakologi Terapi (Edisi 10). Jakarta: EGC.
(10) Joko, T., Kusumandari, N., & Hartono, S. (2011). Optimasi metode PCR untuk deteksi Pectobacterium carotovorum, penyebab penyakit busuk lunak anggrek. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 17(2), 54–59. https://doi.org/10.22146/jpti.9813
(11) Joshi, M., & Deshpande, J. D. (2010). Polymerase chain reaction: Methods, principles and application. International Journal of Biomedical Research, 2(1), 81–97.
(12) Julia Garamina, H., & Wulan Sumekar, D. (2017). Analisis perbandingan uji sensitivitas antibiotik dan keberadaan Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) pada Escherichia coli dari feses tenaga medis di ruang rawat inap dewasa dan ruang rawat inap anak. Artikel Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, 4, 275–282.
(13) Karmana, O. (2008). Biologi. Jakarta: PT. Grafindo Media Pratama.
(14) Kaur, M., & Aggarwal, A. (2013). Occurrence of the CTX-M, SHV and the TEM genes among the extended spectrum β-lactamase producing isolates of Enterobacteriaceae in a tertiary care hospital of North India. Journal of Clinical and Diagnostic Research, 7(4), 642–645. https://doi.org/10.7860/JCDR/2013/5081.2872
(15) Kemenkes RI. (2013). Riset kesehatan dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
(16) Langi, Y. A. (2013). Penatalaksanaan ulkus kaki diabetes secara terpadu. Jurnal Biomedik (JBM), 3(2), 95–101. https://doi.org/10.35790/jbm.3.2.2011.864
(17) Loviana, R. R., Rudy, A., & Zulkarnain, E. (2015). Faktor risiko terjadinya ulkus diabetikum pada pasien diabetes mellitus yang dirawat jalan dan inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(1), 243–248.
(18) Misnadiarly. (2006). Diabetes mellitus gangren, ulcer, infeksi: Mengenali gejala, menanggulangi, mencegah komplikasi. Jakarta: Pustaka Populer Obor.
(19) Muhammad, A., Nurulita, & Budiman, A. (2017). Uji sensitivitas antibiotik terhadap bakteri penyebab infeksi saluran kemih pada pasien rawat inap di RSUP Prof. DR. Margono Soekarjo Purwokerto. Purwokerto: Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
(20) Munfaati, P. N., Evie, R., & Guntur, M. (2014). Aktivitas senyawa antibakteri ekstrak herba meniran (Phyllanthus niruri) terhadap pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae secara in vitro.
(21) Nur, A., & Marissa, N. (2016). Gambaran bakteri ulkus diabetikum di Rumah Sakit Zainal Abidin dan Meuraxa tahun 2015. AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, 2(1), 44.
(22) Patil, Y., Khadse, R., Chavan, S., & Raut, S. (2018). Bacteriological profile of diabetic foot infections. Journal of Pharmaceutical and Medical Research, 5.
(23) Rinanda, T. (2011). Analisis sekuensing 16S rRNA di bidang mikrobiologi. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 11(3), 172–177.
(24) Sari, Y. O., Almasdy, D., & Fatimah, A. (2018). Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien ulkus diabetikum di Instalasi Rawat Inap (IRNA) Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 5(2), 102–111. https://doi.org/10.25077/JSFK.5.2.102-111.2018
(25) Suhartati, R., & Faidah, E. N. (2014). Identifikasi bakteri Oxacillin Resistant Staphylococcus Aureus (ORSA) pada ulkus penderita diabetes mellitus di ruang perawatan bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada, 11(1), 161–167.
(26) Waluyo, L. (2008). Teknik dan metode dasar dalam mikrobiologi. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.
(27) Warganegara, E., & Apriliana, E. (2014). The determining type of extended spectrum β-lactamase enzyme (ESBL) from Escherichia coli resistance cephalosporine of third generation in RSUD Abdoel Moeloek Bandar Lampung. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, 4(7), 87–96.
(28) Yosmar, R., Almasdy, D., & Rahma, F. (2018). Survei risiko penyakit diabetes melitus terhadap kesehatan masyarakat Kota Padang. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 5(Agustus), 134–141.