Formulasi Dan Uji Stabilitas Balsem Stick Minyak Atsiri Buah Pala Dan Minyak Atsiri Sereh Wangi Pada Konsentrasi 15%

Main Article Content

Elmitra Elmitra
Revi Yenti
Zulkarni R
Adhelya Rahma Gundari

Abstract

Balsem stick merupakan sediaan semi padat yang praktis digunakan secara topikal untuk meredakan nyeri otot dan inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan balsem stick dengan minyak atsiri buah pala (Myristica fragrans Houtt) dan minyak atsiri sereh wangi (Cymbopogon nardus) dengan total konsentrasi 15%. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan formulasi dalam empat perbandingan: F1 (0:2), F2 (2:0), F3 (2:1), F4 (2:2). Evaluasi sediaan mencakup uji organoleptis, homogenitas, titik leleh, daya lekat, pH, iritasi kulit, serta stabilitas melalui metode uji cycling test yang dilakukan selama 6 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula dapat diformulasikan menjadi balsem stick dengan karakteristik fisik yang stabil. Nilai titik leleh berada di atas 58°C, daya lekat bervariasi antara 88–118 detik, dan pH berada pada kisaran 4,89–5,74 yang aman untuk kulit. Formula F4 (7,5% pala dan 7,5% sereh wangi) memiliki daya lekat tertinggi,aroma khas yang menyenangkan, dan kestabilan terbaik selama penyimpanan., sedangkan sediaan pembanding menunjukkan titik leleh paling tinggi. Kesimpulannya, kedua minyak atsiri ini menghasilkan balsem stick yang aman, stabil, dan baik secara fisik dan sensorik.

Article Details

Section
Articles

References

(1) Azkiya, Z., Ariyani, H., & Nugraha, T. (2017). Evaluasi sifat fisik krim ekstrak jahe merah (Zingiber officinale Rosc. var. rubrum) sebagai antinyeri. Journal of Current Pharmaceutica Sciences, 1(1), 12–18.

(2) Burdock, G. A. (2002). Fenaroli's Handbook of Flavor Ingredients (4th ed.). CRC Press.

(3) Bustan, D. M., Febriyarni, & Pakpahan, H. (2008). Pengaruh waktu ekstraksi dan ukuran partikel terhadap berat oleoresin jahe yang diperoleh dalam berbagai jumlah pelarut organik (metanol). Jurnal Teknik Kimia, 15, 1–4.

(4) Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1979). Farmakope Indonesia (Jilid III). Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.

(5) Devi, S. (2023). Pengaruh perbedaan kombinasi basis hidrokarbon terhadap karakteristik fisik sediaan salep ekstrak etanolik daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis). Journal of Clinical Pharmacy and Pharmaceutical Science, 2(2), 123–131.

(6) Ellyza, A., Rahman, R., & Siregar, S. M. N. (2023). Formulasi dan Evaluasi Fisik Balsem Stick Kombinasi Minyak Atsiri Sereh Wangi dan Cera Alba. Penerbit Ilmu Farmasi Nusantara.

(7) Guenther, E. (1987). Minyak Atsiri (Jilid I). Penerbit Universitas Indonesia.

(8) Harahap, H., Siregar, A. M., & Nasution, M. (2022). Potensi minyak atsiri dalam produk sediaan topikal di Indonesia. Jurnal Teknologi dan Inovasi Farmasi, 12(3), 145–155.

(9) Hartari, W. R., Hidayati, S., Utomo, T. P., Sartika, D., & Suharyono. (2024). Characterization of leaf essential oil from nutmeg (Myristica fragrans) cultivated on agroforestry land. Jurnal Sylva Lestari, 12(1), 100–112. https://doi.org/10.23960/jsl.v12i1.100-112

(10) Murti, R. A. (2018). Identifikasi enterotoksin Staphylococcus aureus dengan teknik kromatografi gas spektrometer massa dari sampel makanan [Skripsi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Perintis Padang].

(11) Natan Pareta, D. (2023). Potensi minyak atsiri biji pala dalam pengembangan bahan alam sebagai sumber obat. Majalah INFO Sains, 4(1), 1–3.

(12) Purba, O. H., Tumanggor, N. T., Syafitri, A., Meliala, L., & Simorangkir, D. M. (2020). Pembuatan sediaan balsem stick dari sereh (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) sebagai aromaterapi. Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal, 3(1), 75–81.

(13) Rahmawati, S. (2023). Formulasi sediaan balsem stick oleoresin biji pala (Myristica fragrans Houtt.). Jurnal Ilmiah Pharmacy, 10(2), 117–124.

(14) Siregar, S. M. N., Dalimunthe, G. I., Lubis, M. S., & Yuniarti, R. (2022). Formulasi dan uji mutu fisik sediaan balsem stick dari lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd.) dan lada hitam (Piper nigrum L.). Jurnal Buana Farma, 2(4), 10–16.

(15) Ulaen, S. P. J., Banne, Y. S., & Ririn, A. (2012). Pembuatan salep anti jerawat dari ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Jurnal Ilmiah Farmasi, 3(2), 45–49.

(16) Widnyana, I. K. A. W., Subaidah, W. A., & Hanifa, N. I. (2021). Optimasi formula stick balm minyak atsiri daun sereh (Cymbopogon citratus). Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 10(2), 16–24.